0

Kapten Roket dan Prajurit Langit

Posted by ardianti lestari aris on 12.44
Terima kasih telah menciptakan malam minggu – malam minggu yang berarti untuk saya. Terima kasih tidak menjadikan (lagi) saya salah satu perempuan yang hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan, Tidak masalah saya tidak punya waktu untuk diri sendiri demi megurusi kebaikan untuk orang lain. Saya tahu, Engkaulah, Tuhan. Engkaulah yang akan mengurusi segala kebaikan untuk saya. Untuk kami, Para Prajurit Langit.

Hari ini hari mendongeng untuk adik-adik kami di kelas pantai losari yang biasa kami sebut Kelas PASI. Dan salah satu pendongeng hari ini adalah aku. Entahlah aku membawakan dongeng yang baik atau tidak. Namun setiap kali mengingat dongeng ini, aku menangis.

Kapten Roket dan Prajurit Langit

Suatu hari, Tepat di tempat kalian duduk saat ini, ada 9 orang anak yang juga pernah melakukan yang sama. Bedanya, mereka tidak pernah berkelahi, mereka sangat anti sekali berbicara kotor, dan mereka sangat bersemangat belajar. Mereka menyebut diri mereka PRAJURIT LANGIT. Prajurit Langit sangat akrab satu sama lain. Mereka saling melindungi dan tidak pernah bertengkar apalagi saling memukul. Jika ada salah satu prajurit yang membutuhkan pertolongan, mereka semua akan langsung turun tangan. Begitupun Jika ada prajurit yang melakukan kesalahan, maka prajurit tersebut akan dihukum.

Prajurit Langit dipimpin oleh seorang Kapten bernama Kapten Roket. Iya, Kapten ini lah yang telah membuat semua prajurit langit menjadi solid, menjadi saling menghormati dan melindungi satu sama lain, menjadi punya mimpi dan cita-cita yang tinggi. Kapten Roket mempunyai seorang Prajurit yang sangat dekat dengannya. Prajurit ini adalah satu-satunya prajurit perempuan dalam Prajurit Langit. Namun, Kapten Roket sangat mempercayai prajurit ini.

Pada suatu hari, Kapten Roket merasa sedikit kelelahan dan kemudian beristirahat di bawah pohon rindang disebuah taman bunga yang sangat indah. Angin sepoi-sepoi seakan ikut membantunya beristirahat. Lalu datanglah sang prajurit perempuan, ia bersandar di pohon tepat disebelah Kapten Roket bersandar. Lalu bertanya…

“Kapten, Kenapa kapten sangat melarang kami berkelahi? Padahal, kalau kami membela hak kami, bukankah berkelahi akan baik-baik saja?” kata prajurit perempuan.

Tiba-tiba kapten Roket tersenyum lalu memukul sang prajurit dengan keras. Prajurit Perempuan kaget.

“Kenapa Kapten memukulku?” Katanya.

“Kau boleh balas memukulku, lalu kita akan berkelahi. Apakah Sakit?” Kata Kapten Roket.

“Tentu saja sakit, Kapten. Dan aku tidak akan memukul Kapten. Aku……” Sang prajurit perempuan tidak melanjutkan.

“Kalau kau memukulku, maka aku pun akan merasa sakit. Lalu aku akan marah, lalu memukulmu balik, lalu kau pun marah dan memukuliku lagi, Tidak aka nada habisnya. Aku hanya tidak ingin Prajuritku merasakan rasa sakit yang tidak perlu.” Kata Kapten Roket yang diangguki oleh sang Prajurit Perempuan.

Kemudian,

“Lalu Kenapa kamu melarang kami menyumpah dan berbicara kotor?” Tanya Prajurit Perempuan.

TIba-tiba wajah Kapten Roket berbalik menatap wajah sang Prajurit sambil mengatakan …

“Kamu Bodoh, SUNDALA”

Sang Prajurit Kaget lagi, kali ini ia ingin menangis. Namun Kapten Roket tertawa sambil meminta maaf.

“Maafkan aku. Bagaimana Perasaanmu? Jangan menangis. Hahahahaha”

“Aku sangat sedih dan kaget, Kapten.” Jawab sang Prajurit.

“Itulah Prajurit. Jangan pernah menyumpahi atau berkata buruk pada orang. Karena perkataan buruk juga menyakitkan. Bukan Badan. Tapi Hati. Dan itu lebih parah. Selain itu, dibandingkan menyumpahi orang yang buruk, bukankah lebih baik jika menyumpahi orang dengan kebaikan? Kata sebagian dari doa.” Jelas Kapten Roket Tersenyum.

Tibalah malam hari datang. Kapten roket dan Prajurit Perempuan telah berlindung di Kastil tempat mereka biasa beristirahat. Bersama dengan ke-6 prajurit lainnya. Cuaca sedang tidak bersahabat, Hujan deras dan Petir yang sangat mengerikan menyambar-nyambar diluar. Kegelapan yang menyelimuti seakan melengkapi. Lalu tiba-tiba dari arah dapur seorang prajurit berteriak.

“KAPTEEN, FAHRI HILAAANG……!!”

Fahri adalah salah satu Prajurit Langit. Kapten Berdiri dan memerintahkan semua Prajurit lain mencari Fahri di setiap sudut ruangan sementara Ia memanggil Prajurit Wanita untuk mencari diluar. Kapten Roket dan Prajurit Perempuan  menembus hujan deras dan petir demi mencari Fahri. Mereka berkali-kai meneriakkan nama Fahri. Lalu tiba-tiba, sebuah suara terdengar. Memanggil Kapten Roket dari kejauhan. Itu FAHRI, tergeletak lemas di tanah. Dia tersambar petir.

Kapten Roket berlari menghampiri lalu…

“Fahri, bertahanlah. Aku akan membawa mu ke dokter.” Kata Kapten Roket. Sang Prajurit Perempuan telah menangis sangat keras.

“Tidak Kapten. Tidak ada yang bisa dilakukan.” Kata Fahri. Kapten mulai menangis. Merasa bersalah karena tidak mampu menjaga Fahri.

“Kapten, Tolong sampaikan pada ibuku, Aku menyayanginya. Dan Maafkan aku, karena aku belum menyelesaikan sekolah ku.”

“Tidak Fahri, kau akan baik-baik saja.” Kata Prajurit Wanita.

“Aku sangat ingin menyelesaikan sekolahku dengan baik dan membuat ibuku bangga” Kata Fahri.

Pagi itu, sangat dingin. Bekas hujan semalam. Dengan Embun kabut yang lumayan menyelimuti. Hari itu, Fahri pergi. Kembali ke Sang Pencipta.  Lalu seiring waktu satu per satu Prajurit Langit mulai pergi meninggalkan Kapten Roket. Mencari mimpi dan jalan mereka sendiri. Sekarang, yang tersisa hanyalah Kapten Roket dan Prajurit Wanita. Dan mereka mencari pasukan langit berikutnya yang siap mengemban tanggung jawab yang besar. .”

Cerita ini untuk Almarhum kak Fahri, yang menderita penyakit leukemia stadium akhir. Yang meninggal kurang lebih setahun yang lalu. Yang meninggal padahal sedang menggarap skripsi. Yang belum sempat menyelesaikan kuliahnya karena Allah SWT berkehendak lain. Aku tidak begitu mengenalnya, Aku hanya bertemu sekali dengannya. Tapi dari pertemuan itu, aku tahu Beliau orang yang sangat KUAT.


Untuk Kapten Roket yang telah membantuku banyak hal. ARINI LESTARI ARIS. Ayo, semangat. Kita memang pongorok saat berdua, namun ini benar-benar luar biasa bisa berbagi komunitas, mendirikan komunitas yang luar biasa dengan pemikiran- pemikiran biasa yang mampu terealisasi. Terima kasih Banyak sudah menjadi kapten Roket yang hebat untuk Prajurit Wanita, mengajarkan banyak hal, dan melakukan banyak hal gila. Yah, Prajurit Wanita yang bernama Ardianti Lestari Aris.

Untuk kakak-kakak volunteer, Selamat Bergabung dalam Pasukan Langit. Kami sangat berterima kasih setulusnya terima kasih. J

0

Tuhan, Jadikan Aku Apa Saja Selama Bisa Menolong Mereka

Posted by ardianti lestari aris on 10.09

Pernahkah melihat sebuah fenomena kemudian membuat kalian berfikir dan merasakannya melalui hati? Tuhan, terima kasih. Menciptakan aku sebagai manusia. Mempunyai hati yang tidak hanya berfungsi sebagai organ penting di dalam tubuhku, tapi juga memberiku ‘RASA’ , membuatku merasa lebih manusia. Terimakasih, Tuhan. Memberiku otak, yang menggerakkan badanku, memberiku stimulus untuk memikirkan solusi atas suatu masalah, membuatku merasa lebih manusia.

Pagi ini, dengan semangat yang luar biasa, dan dengan perut kelaparan, aku dan kakak perempuanku Arini pergi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Seumur hidupku, tidak pernah sebelumnya aku berfikir bahwa aku akan pergi ke tempat seperti itu. Tapi pagi ini, aku melakukannya. Dan ini adalah TPA kota Makassar, jadi jangan membayangkan bahwa tempat ini sempit dan hanya segunung sampah saja yang ada di sana. Tidak, kawan. Sampah dengan bau anyir yang menyengat tidak hanya segunung, tapi bergunung-gunung.

Misi yang kami bawa ke tempat ini adalah mencari dua orang anak yang sebelumnya kami lihat dari foto yang diposting oleh salah seorang kawan di facebook. Dua anak yang berasal dari tempat ini. Tempat Pembuangan Akhir. Dari informasi yang kami dapat, bahwa anak tersebut ingin sekolah. Jadi, kami menyempatkan waktu untuk mencari mereka dengan tujuan mewawancara dan membawa mereka kembali ke sekolah. Karena, tempat yang paling menyenangkan untuk anak kecil adalah SEKOLAH.

Pertama kali aku sampai ke tempat itu, pemandangan dari kota besar yang ramai berubah menjadi bergunung-gunung tinggi sampah. Sepanjang mata memandang hanyalah Sampah. Dan tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia di tempat itu. Lalu, kami mulai bertanya-tanya ke warga sekitar TPA mengenai dua anak tersebut. Sembari berdoa dalam hati, Tuhan, Jangan. Jangan ke dalam TPA. Bukan karena aku tidak ingin masuk, tapi rasanya aku tidak siap dan tidak akan tega mendengar bahwa ada kehidupan di sana. Tempat yang menurutku sangat mengerikan untuk sebuah kehidupan. Bahkan untuk orang dewasa sekalipun.

Namun, bagaimanapun, petunjuk tetap mengarah ke dalam TPA. Ke Tumpukan sampah yang menggunung. Awalnya ku piker tidak mungkin ada orang di sana. Namun, kami tetap masuk demi memastikan. Bau sengatan yang luar biasa mulai menyapa hidung kami. Angin bercampur debu yang benar-benar mengganggu pernapasan juga tidak mau kalah menyapa. Panas Terik matahari ikut melengkapi dan membakar kepala kami.

“Kita belok kanan atau kiri?” Kata Arini. Yah, pembelokan yang kami pilih itu yang akan mengantar kami ke balik gunung sampah.

“Kanan” Kataku. Dengan ditemani satu orang volunteer laki-laki SSC Makassar, kami melalui lorong kecil itu dan menaiki gunung sampah yang tinggi. Tanah becek, Bau Busuk, Angin berdebu, lalu ….

Tuhan, Banyak orang disana. Dengan tongkat besi mengais tanah. Dengan karung besar dan pakaian yang lusuh dan kotor. Bergerumul bersama sapi-sapi yang memakan sampah. Tuhan, Mereka manusia. Hatiku tersentak, rasanya ingin menangis. Seumur hidupku, aku tidak pernah membayangkan bahwa akan seperti ini melihat mereka secara langsung. Aku tahu, bahwa mereka ada. Tapi, melihat mereka secara langsung….. Hati ini, benar-benar tersentak, pikiran ini kacau. Mengingat bahwa aku bukanlah siapa-siapa. Aku tidak punya kekuatan apa-apa. Dan aku tidak dapat melakukan  apa-apa untuk menolong. Aku, Aku ingin menangis. Aku, Aku ingin menjadi orang yang kaya raya, Tuhan.

Dalam beberapa langkah, kami melihat seorang anak yang kira-kira berumur 10-12 tahun. Kami mendekati dan menanyakan apakah dia mengenal dua anak yang di foto. Dan dia mengenalnya. Setelah itu, aku iseng bertanya :
“Adek, sekolah dimana?”

“Tidak sekolah kak. Semua anak yang ada di sini tidak ada yang sekolah”

“Mau sekolah tidak?”

Ada beberapa detik lamanya anak itu terdiam, sambil salah tingkah memegang sapi yang sedari tadi mendengar pembicaraan kami. Lalu sambil tersenyum miris, dia berkata …

“Tidak.”

Bukan itu yang sebenarnya. Dia berbohong. Kalau saja dia benar-benar tidak ingin, dia tidak akan butuh waktu untuk berpikir. Dan dia akan langsung menjawab pertanyaan tepat setelah aku bertanya. Tapi dia berfikir, Tuhan. Bahkan untuk menyatakan “ingin bersekolah” saja mereka tidak berani. Padahal hanya sekolah. Hal yang sebagian besar disia-siakan oleh anak seusianya yang sedang bersekolah. Tapi, bagi anak itu, Mimpi bersekolah pun dia tidak berani. Mimpi untuk hanya bersekolah, Tuhan.

Aku tidak tahan lagi. Dan aku tidak melanjutkan pertanyaanku. Sepanjang jalan pulang tidak pernah ku lupakan anak itu. Raut wajahnya ketika menjawab pertanyaanku. Tingkah lakunya ketika memikirkan pertanyaanku. Dan penyesalan kembali timbul di hatiku, atas kelakuan buruk, atas ketidaksyukuran, atas pemikiran negative yang pernah aku lakukan. Dan malam ini, atas akumulasi perasaan hari ini, air mata pun mengalir seiring tulisan ini ku tuliskan


Tuhan, Maafkan aku. Jadikan aku apa saja di masa depan, Tuhan. Apa saja, selama aku dapat melakukan sesuatu untuk menolong mereka, saudara-saudaraku yang kurang beruntung.
TPA Antang Makassar


0

Dan Here We Are....

Posted by ardianti lestari aris on 10.06

Dan Inilah Kami : 
Ms. Dian (Teacher) : 21 years old woman yang lebih memilih dipanggil kak daripada Ma'am. Yang selalu dibully oleh anak-anak KET3 B. Murah senyum, pinter, bersahaja (bersahaja apa yah?), Tingkah laku kekanakan tapi berpikir dewasa. Suka Bruno Mars Sejak 1 Bulan yang lalu, Dan sangat ingin menjadi Ambassador.


Ghina (3rd SHS) : Cewek pertama yang menyelamatkan kehidupan perkelasan Ms.Dian. Prilaku Dewasa, Cantik, dan Pintar. Pandai berorganisasi, tapi jarang masuk kelas dan datang ekstra class, sedikit serius, dan sangat cocok menjadi kak ros di kelas kami.

Fredly (3rd SHS) : Musuh bebuyutan Ms.Dian. Sedikit pemalu, banyak durhaka, tipe kakak yang baik, selalu menjadi key person di groupnya karena pintar, cerewet dan selalu berbahasa indonesia di kelas. Hobbynya angkat kaki di kursi.

Edo (3rd SHS) : Berbadan besar tapi berhati hello kitty. Tidak bisa bilang R dan S, Suka main hp di kelas, moodnya datang-datangan, diam, tipe kakak yang baik, selalu bersemangat mendapat smart, tipe pendengar yg baik.

Dwipa (2nd JHS) : Pinter, semangatnya selalu membara untuk mendapatkan smart, namun jangan pertemukan dia dengan rizky, karena akan berakhir gosip. Key person di groupx, karena itu dia tidak akan pernah satu group dengan fredly.

Agung (3rd JHS) : Cool. Jarang ngomong. Tipe cowok idaman cewek-cewek (sayang masih SMP). Hitam manis, jarang senyum, dan sangat cepat dalam mengerjakan tugas writing.

Vigo (2nd JHS) : Sebenarnya pinter, tapi susah mengeluarkannya. Anak yang paling sering membawa mainan ke kelas. Hobby main UNO tapi seri ng kalah. Selalu ingin memdapat smart.

Efraim (2nd JHS) : Nakal, gak bisa duduk diam, suka ngomong bikini bottom dan mengartikannya satu-satu. Semangat berapi-api khususnya mengenai smart. Paling susah dibilangin. Selalu ingin di traktir, sabar serta lucu dan tidak menggemaskan.

Brama (2nd JHS) : Snail boy. Malas gerak. Hobby makan dan main uno. Sejenis dengan Vigo masalah mainan. Paling sering nempelin Ms.Dian. Dan Tipe adik yang manja namun rajin datang ekstra class. Bagusss!!

Ifan (1st JHS) : The Cutest boy in class. Paling Sopan. Satu-satunya anak yg cium tangan tiap kelas selesai. Rajin sholat. Polos, logatnya aneh. Paling sering bertanya, dan tipe cowok idaman cewek-cewek masa depan. Hahahahah

Mita (1st SHS) : New comer, yang masih pendiam. Jarang ngomong mungkin karena merasa terintimidasi, tapi pintar dan rajin.

Ilmi (1st JHS) : New comer yang pintar, gak pernah bahasa indonesia, tipe murid kesayangan guru,selalu menyelesaikan semua tugas dengan cepat, dan rajin bertanya.

Alya (1st JHS) : New Comer. Cerewet. Agak manja. Selalu nempelin Ms.Dian. Selalu berbahasa inggris, pinter. Dan selalu bertengkar dengan fredly, apalagi Edo.

0

Dan Sepertinya, Aku akan Menjadi Guru Lebih Lama....

Posted by ardianti lestari aris on 09.20
Hari ini menyenangkan. Yah, tepatnya malam ini. Dulu, ketika pertama kali aku masuk ke kelas itu, jantung ku sempat berdebar. Tanganku sempat gemetaran. Bagaimana tidak? Semua siswa di kelas itu adalah laki-laki. Iya, walaupun aku tahu bahwa mereka hanyalah anak SMP dan SMA. Tapi jangan salah, aku tahu betul seperti apa itu kenakalan remaja. Anak-anak SMP yang mem-bully gurunya. Menempelkan lem di kursi guru. Anak-anak SMA yang membangkang, kasar dan tidak menghormati orang yang lebih tua). Bayangan-bayangan bully itu yang terbayang dikepalaku sejak aku ditugaskan mengajar kelas itu. Malam sebelum hari pertama kelas malah aku tidak bisa tidur.  Lalu dengan bantuan  pertanyaan TTS yang mengatakan bahwa Sifat :  Menghadapi segala tantangan, dengan 6 kotak dimulai dengan huruf B. Sambil ku tuliskan kata BERANI akupun meneguhkan hati, bahwa Yes. I am ready for all challange.


Dan hari itu tiba. Hari pertama mengajar di kelas itu. Kelas yang hanya seorang guru laki-laki yang berani memasukinya. Dan aku, yang tidak berdosa ini (hahahah) akhirnya harus menerima takdirku di kelas itu. *ala-alasinetron*.

Perlahan tarikan nafas ku tidak teratur, jantungku rasanya ingin loncat keluar, tangan ku basah dan gemetaran. Sumpah, ini  kali pertamanya aku merasa seperti ini. Sampai di depan kelas, ku lihat wajah-wajah mereka dan jujur saja, aku merasa ingin mengundurkan diri. Terlebih lagi, aku melihat ada 2 anak SMA yang berbadan besar, dengan wajah tidak bersahabat. Tapi tidak, aku bukan orang yang pantang menyerah, kawan.



"Hello guys, start from today we are going to be together for 1 month" kataku sambil tersenyum manis semanis manisnya. Dan jawaban mereka adalah.....
"krik...krik...krik..." alias tidak ada jawaban. 
"Where is Sir X?" salah satu anak bertanya.

You know what? Salah satu pertanyaan yang sangat dibenci oleh guru pengganti adalah "Mana guru sebelumnya?" karena itu pertanda bahwa siswa itu belum MOVE ON. And I got that question. Dan akhirnya penjelasan berlangsung dengan Bla..Bla...Bla.... Kelas yang datar dengan siswa yang tidak bersemangat.

Hari berikutnya, mereka membawa finger board dan memainkannya di kelas tanpa memperhatikan sedikitpun penjelasanku. Hari berikutnya, mereka sudah mulai bisa tertawa karena games yang ku berikan di dalam kelas. Itupun setelah aku berpikr keras kira-kira apa yang akan membuat mereka tertarik. Hari berikutnya kami sudah saling offer jokes. Yah, karena memang dasarnya aku orang yang lucu dan menggemaskan, apa boleh buat. *tolongtahanmuntahanda*. Namun hari berikutnya, Lagi, mereka membawa mainan ajaib lainnya ke dalam kelas. Sebuah jarum panjang yang dimasukkan kedalam pipet kemudian ditiup. Aku menyebutnya *pipet berjarum*. Dan pemirsa, saudara-saudara seibu sebapak sebangsa dan setanah air, jarum itu nancep ke papan tulis saat dua orang siswa meniupnya. Dan saat itu, tidak akan pernah nama mereka ku lupakan. Vigo dan Brama.


Tepat setelah kejadian itu, aku menyerah. Aku merajuk ke Teacher Coordinator untuk menggantiku menjadi guru dikelas itu. Alasannya sederhana. "Mereka mem-bully ku. Dan aku tidak dapat melakukan apa-apa. Mereka merusak properti kelas ku, dan aku tidak dapat melakukan apa-apa. Aku guru yang buruk."

Padahal, alasan sebenarnya adalah aku hanya ingin mereka sedikit merindukanku. 
TC ku hanya menyuruhku bersabar sampai bulan depan, dan selama kelas, ada banyak hal yang terjadi, yang pasti dikelasku, aku tidak membiarkan mereka berbicara kotor, dan mengajarkan untuk menghormati orang lain.


Akhirnya, Bulan berikutnya, aku dibebastugaskan dari kelas itu. Lega? Sedikit. Tapj kemudian, karena sesuatu hal, aku merasa sangat kecewa pada mereka. Aku membawa siswa-siswa ku yg lain untuk menjadi guru di kelas mereka. Tapi mereka sama sekali tidak menghormati kami. Berbicara kotor didepan kami. Tidak mendengarkan kami. Dan mengejek kami. Tahukah kalian,  pada saat itu mata 2 orang siswiku berkaca-kaca hendak menangis. Dan Juga terjadi padaku. Perasaan menyesal dan bersalah telah membawa siswa-siswaku yang lain untuk masuk ke kelas mereka membuatku merasa aku tidak akan pernah mau mengajar mereka lagi. Dan pada saat yang sama, coklat yang diberikan oleh salah seorang dari mereka tidak ingin aku makan.


Namun, situasi yang terjadi berbeda. Aku harus mengajar mereka lagi. Mau tidak mau. Karena penugasan kembali padaku. Awalnya rasanya malas dan enggan. Syukurlah masuk seorang siswa perempuan. Dan syukurlah Si the one and only itu tahan dengan mereka. Kemudian hari berlalu, dan aku berubah pikiran. Mereka LUAR BIASA!

Mereka mungkin Banna' (nakal) namun kelas itu adalah kelas terbaik yang pernaa aku ajar. Mereka mengerti persahabatan itu seperti apa. Bahkan tidak jarang yang SMP duduk di pangkuan yang SMA. Setiap seorang teman datang mereka selalu bersorak gembira. Ketika ada yang berhenti dan tidak melanjutkan level. Mereka tetap mengingat. Ketika ada yang berhenti lalu kembali lagi, mereka senang. Mereka bahkan mungkin menunggu yang sudah berhenti untuk kembali masuk kelas lagi. Mereka HEBAT! Mereka selalu berbahasa indonesia di kelas. Namun jangan salah, mereka hanya tidak mau berbahasa inggris. Entahlah kenapa, hanya mereka  dan Tuhan yang tahu.


Sekarang kami punya 4 perempuan di dalam kelas. Dengan satu adik kecil yang super cerewet dan selalu bertengkar dengan kakak paling besar di kelas. Lucu melihat mereka bertengkar.  Dan malam ini, kami pergi makan bersama. Mereka mengumpulkan uang untuk mentraktirku. Wah..... can i cry a river? Does it mean that they love me? Mereka yang selalu menakutiku dengan memadamkan semua lampu? Yang mengancamku dengan Pipet Berjarum? Yang mengejek siswaku yang lain? Yang tidak memperhatikan penjelasanku? waaaahhhhh..... sepertinya susuk ku berhasil Hahahahahaha.....

Ketika mengingat kembali mimpi-mimpi yang ingin ku raih.. Yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan guru, rasanya aku akan merindukan ini. Sampai mimpi itu teraih, sepertinya aku akan menjadi guru lebih lama dari dugaanku. Selamat Tidur.

hoW MucH...??

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Copyright © 2009 ..My Blog, My Life.. All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.