0

For My Sister and Save Street Child Makassar, Thank You

Posted by ardianti lestari aris on 09.13

Menjadi hidup adalah sesuatu yang menyenangkan. Beberapa mungkin tidak setuju, tapi bagiku, menjadi hidup adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan bilang bahwa aku adalah manusia tanpa masalah. Dan jangan bilang bahwa kehidupanku dan masalahku tidaklah sebesar yang kalian hadapi. Menjadi hidup memang selalu menyenangkan bagiku. Karena dengan menjadi hiduplah aku bisa merasakan semuanya. Bukankah begitu?? Jadi jangan bodoh kalian, yang hanya karena putus dari pacar, dikhianati,  atau kehilangan seseorang yang kalian sayang lantas membuat kalian membenci hidup. Jangan kawan, hidup lebih berharga dari semua itu. Iya, hidup ku, hidup kalian.

Jangan katakan bahwa aku hanya pandai bicara. Dan tidak pernah merasakan hal buruk. Aku pernah merasakan ingin mati. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku telah ketinggalan banyak hal dibanding teman-temanku. Tapi kemudian aku sadar, bahwa SELAMA AKU BELUM MENYERAH, TIDAK ADA YANG AKAN BERAKHIR.

Sedikit demi sedikit aku bangun. Sedikit demi sedikit Tuhan berbisik padaku, iya, melalui hatiku, lalu aku bangun. Dengan bantuan Arini, kakak perempuanku, aku berdikari. Dan akhirnya, suaraku lantang menentang kesalahan itu.

Hingga suatu hari Arin mengajakku bergabung dengan Save Street Child Makassar. Mendirikan sebuah komunitas sosial. Dan aku setuju. Sekarang, komunitas itu benar-benar membantuku dan mengajariku banyak hal tentang kehidupan. Sekarang, ketika semangatku melemah, ketika aku ingin menyerah, ketika aku ingin menangis, maka pikiranku akan terbawa pada anak-anak kecil , adik-adik kami yang tidak seberuntung aku namun masih bisa tertawa. Adik-adik kami yang luar biasa berjuang di jalanan untuk kehidupan yang lebih baik. Melawan sorot mata orang-orang yang kadang jengkel karena menganggap mereka sebagai pengganggu. Adik-adik kami yang kadang hanya karena sebuah tas seharga 45 ribu rupiah mereka memelas, berkelahi. Adik-adik kami yang tidak pernah kehabisan senyum ketika kami datang berkunjung.
Adik-adik yang kami sayangi.

Lalu, tiba-tiba timbul rasa malu dalam hatiku. Apa-apaan ini? Menyerah? Putus asa? Lemah? Menangis? Bukankah aku begitu beruntung berada di keluarga yg berkecukupan. Bukankah hidupku beruntung karena aku mengenyam pendidikan yang baik? Iya, Mereka, adik-adikku adalah penguatku. Mereka yang membesarkan kembali harapanku, membesarkan kembali mimpi-mimpiku. Memberi kan charger yang tidak pernah habis untuk semangatku. Semangat kita, Arin. :)

Kami tidak pernah berusaha menjadi Baik, atau Sok Baik. Kami, hanya belajar. Belajar tentang kehidupan yang mungkin KAMU belum dapatkan dan tidak kamu dapatkan di bangku Pendidikan mu yang tinggi itu. Kami tidak berusaha menjadi baik. Kami hanya mengHIDUPkan diri kami.

Karena, selama kita belum menyerah, tidak ada yang akan berakhir, kawan.


0 Comments

Posting Komentar

hoW MucH...??

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Copyright © 2009 ..My Blog, My Life.. All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.